Waqf Fund Management di Jakarta

Waqf Fund Management di Jakarta
Marissa Grace Haque Fawzi, Duta Wakaf Indonesia 2010

Saling Mendukung Menjadi Sakinah Mawadah wa Rohmah

Saling Mendukung Menjadi Sakinah Mawadah wa Rohmah
Keluarga Syariah Ikang Fawzi & Marissa Haque

Rasulullah Muhammad SAW Tuntunan Hidup Keluarga Kami

Rasulullah Muhammad SAW Tuntunan Hidup Keluarga Kami
Kaligrafi Rasulullllah Muhammad SAW, dalam Marissa Haque Ikang Fawzi

Selasa, 15 Januari 2013

"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi"




Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Di-endorse oleh PAN

Ahmad Toriq - detikNews


Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/15/113107/2142404/10/ikang-fawzi-marissa-haque-dan-desy-ratnasari-nyaleg-lewat-pan?9911012

Jakarta - PAN selama ini dikenal sebagai partai gudangnya artis. Untuk pemilu 2014, sudah ada tiga artis yang siap maju dari PAN.

"Ada Ikang Fawzi, Doktor Marissa Haque
dan Mbak Desy Ratnasari, dia hampir doktor juga lho," kata Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Tjatur mengatakan pertimbangan utama memilih para artis tidak hanya dari sisi popularitas, tapi juga dari kapabilitas mereka sebagai anggota DPR nantinya. PAN sangat selektif dengan pemilihan calegnya.

"Caleg PAN harus mempunyai kapasitas, kredibilitas dan harus punya track record yang baik. Dia juga harus bisa menggaet massa," ujar Tjatur.

Ketua Fraksi PAN itu mengatakan persiapan pencalegan akan selesai April 2013 mendatang. Dia menjamin kualitas caleg PAN tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Caleg PAN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," pungkasnya.

(trq/van)

"Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi"

Minggu, 06 Januari 2013

Sebuah Quotation untuk Hari Ini: dalam Marissa Haque Ikang Fawzi

January 7th, 2013 Tagged
 
Barang siapa berpaling dari kebenaran (hak), maka dia pasti akan terjerumus ke dalam kebathilan. Dan barang siapa enggan beramal-soleh hanya karena Allah belaka, maka Alla akan membeiarkan mereka beramal untuk selain Allah.
3b751e1e25c7997aaeaa5a6d7bed3c40_drhj-marissa-haque-ikang-fawzi-ugm-feb-mba-dari-kampus-tercinta

Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi , UGM FEB (MBA dari Kampus Tercinta)

“Sebuah Quotation untuk Hari Ini: dalam Marissa Haque Ikang Fawzi”

Selasa, 01 Januari 2013

"Inginnya Datang Kembali ke Athens, Ohio: Marissa Haque Fawzi"


Di awal Januari 2013 ini tiba-tiba saya merasa dejafu... Subhanallah... inginnya datang kembali ke Athens, Ohio.

Doaku, Marissa Haque Fawzi



"Inginnya Datang Kembali ke Athens, Ohio: Marissa Haque Fawzi"

Kamis, 20 Desember 2012

KULIAH UMUM PENGEMBANGAN EKONOMI SYARI’AH UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Fakultas ekonomi  universitas muhammadiyah bengkulu, kemarin pada tanggal 11 Desember 2012, bertempat di auditorium kampus II UMB, jl salak raya pada pukul 13:30 wib menngadakan kuliah umum tentang ekonomi syariah, acara ini diharapkan sebagai cikal bakal akan dibukanya Program Studi Ekonomi Syari’ah di Fakultas Ekonomi – UMB Dimana sebagai narasumber pada kuliah umum ini yaitu Dr. Hj. Marissa Grace Haque, SH, MHum, M.BA yang disela kesibukan beliau berkenan untuk memberikan materi kuliah umum ekonomi syariah untuk fakultas ekonomi – UMB (Universitas Muhammadiyah Bengkulu).
Diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi segenap civitas akademika fakultas ekonomi – umb, Pada kesempatan kuliah umum kali ini, dihadiri oleh rektor umb yaitu bapak Dr. H. Khairil beserta ke-empat purek umb, antusias peserta sangat terlihat dengan penuh sesaknya ruangan auditorium oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi – UMB. Suasanan di acara tersebut walau penuh sehingga suhu nya menjadi panas, namun acara berlangsung dengan semangat, hal ini membuat waktu tak terasa berjalan telah pukul 16:30.  Acara tersebut ditutup dengan seksi tanya jawab.
Sebelum meninggalkan kampus II– UMB pihak panitia dan narasumber berbincang – bincang ringan di ruang rektorat, tak lupa pula sebagai kenang – kenangan civitas akademik FE – UMB memberikan oleh– leh khas bengkulu. Kepada ibu Dr. Hj. Marissa Grace Haque,SH, MHum, M.BA segenap civitas akademik Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengucapkan terima kasih banyak atas kedatangan ibu dan kuliah umum yang telah ibu sampaikan. Kami berharap meninggalkan kesan yang baik dan juga berharap suatu saat nanti. Ibu berkenan hadir kembali dalam acara yang lain.
 

Rabu, 03 Oktober 2012

“Basu Swastha Dharmmesta: Making Batik and Marketing It (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)”



Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2012/10/03/basu-swastha-dharmmestha-making-batik-and-marketing-it.html
(JP/Slamet Susanto)
(JP/Slamet Susanto)

Professors of economics with marketing expertise can be found at various universities, but economists engaged in the art of batik painting are rare. Among the few is Basu Swastha Dharmmestha.

Combining marketing and art is what the man with an MBA who is a marketing lecturer at Gadjah Mada University (UGM) in Yogyakarta has been doing.

Having learned to draw during childhood, in his high school years Basu also practiced batik painting while apprenticed with Javanese dance maestro and batik artist Bagong Kussudiardjo in his workshop in Yogyakarta.

Basu continued to paint with his first work, Burung Hantu (Owl), produced in 1968, followed by Keburukan vs Kebaikan (Evil vs Virtue, 1973), Ikan (Fish, 1980) and Dua Prajurit Pandawa (Two Pandava Soldiers, 1985).

From 1985 to 2010, Basu went on hiatus from painting to focus on teaching.

“In 2010, I visited an exhibition at the Jogja Expo Center (JEC). I was given a canvas to paint. Since then I’ve started batik painting again,” he said. Now with his hundreds of batik works, Basu hopes that through pictures, batik — already recognized by UNESCO as a world heritage item — will become even more popular around the world.

The demise of batik figures in Yogyakarta such as Bambang Utoro, Bagong Kussudiardjo and Amri Yahya has further motivated him. “I want to keep learning and painting to succeed the batik specialists, especially after the passing of Amri Yahya,” said Basu.

Basu avoids being trapped in certain batik design schools. His paintings constitute a blend of contemporary, naturalistic and abstract elements, all in a decorative style.

Through batik images, Basu also wishes to convey a message of peace. His fish motifs, for instance, depict the dynamic sea animals’ ability to adapt rapidly.

“Conflict is unnecessary. Adapting ourselves to current conditions and the world is something beautiful. It’s the philosophy of my fish patterns,” said the father of four.

Apart from fish, Basu also has adopted many wayang (shadow puppet) characters, particularly the Pandava brothers of the Hindu epic Mahabharata. With their lofty values, wayang figures are also seen as compatible with the science of marketing.

“We should identify our consumers. Europeans are fond of ethnic objects and wayang designs are ethnic in nature,” he said. Without a doubt, his wayang canvases are being collected by his overseas friends and foreign tourists.

“Such works will further globalize batik while communicating the noble values of wayang and the high integrity of the Pandavas as models of excellent conduct,” he said.

Basu shares his artistic talent with his family, related by blood to the late distinguished choreographer and batik painter Bagong Kussudiardjo.

To mark his return to the art world, Basu held a solo exhibition at the Koesnadi Hardjasumantri Cultural Center at UGM recently, displaying 54 works from 1968 to 2012 under the theme “The awakening of batik painting to make the world worth living”.

A book, Batik Lukis Basu SD (Batik Paintings of Basu SD), written by artists Marissa Haque and Meta Ayu Thereskova, was also launched at the event.

“I’m very interested in his work and feel grateful for participating in the efforts of Basu Swastha, an economist who combines marketing science and art,” Marissa said.

Today, the professor divides his time between teaching and art. “I have my family’s support. After retirement I’m going to be focusing on the art of batik painting and make batik even more famous the world over,” he said.

“Basu Swastha Dharmmesta: Making Batik and Marketing It (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)”

Jumat, 14 September 2012

Marissa Haque Fawzi: Reuni dengan Teman-Teman Ilmu Hukum di TV One


Di TV One, Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi ILC (Indonesias's Lawyer Club)

Marissa Haque Fawzi: Terimakasih Banyak Bang Karni Ilyas & Mas Sudjiwotejo

Kamis, 23 Agustus 2012

Marissa Haque dari Dominika Dittwald: "We Learn Everything from Everybody"

Sumber: http://dominikadanmarissa.blogdetik.com/2012/08/23/marissa-haque-dari-dominika-dittwald-learn-everything-from-everybody/

Pada saat kita di luar Indonesia, tentu setiap detik adalah saat memulung ilmu, benar yang dikatakan oleh karibku Dominika Dittwald bahwa we learn everything from everybody. Kesukaan kami dalam hal membaca memang klop satu sama lainnya.

Namun karena Bahasa Inggris adalah bahasa ibu dari Dominika (selain Perancis dan Polandia), maka saya selalu tertinggal dalam hal capaian jumlah buku yang telah habis kami baca setiap minggunya. Dan saya jadi hampir selalu mentraktirnya minum susu-coklat panas di cafetaria dekat kampus kami, karena hampir selalu kalah 'taruhan'. Kami memilih minum susu-coklat atau moccacino karena Dominika faham saya Muslimah dan tidak meminum alkohol (walau saat itu saya masih on-off-on-off pakai kerudung terutama pasca kejadian September 11).

73f4ab76adc19934a270a9718bfc0140_marissa-grace-haque-fawzi-graduate-student-of-school-of-film-ohio-university-athens-ohio-2001_600x489

Seingatku Dominika sering mengucap nama Sir Ken Robinson yang mengatakan: "... never confuse knowledge with common sense...". Robinson adalah seorang pendidik revolusioner yang mengatakan bahwa ada fakta yang menyebutkan (tahunnya saya lupa) bahwa 98% anak di Amerika Serikat lahir dengan kemampuan "divergent thinking." Dan hal itu membuat mereka 'tidak ada matinya' di dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang mereka hadapi!

Tak heran selama kami sekolah film di School of Film, Ohio University, Athens, USA kami selalu hampir setiap hari dicekoki kalimat "...there is no room for mistakes!" Knowledege comes but wisdonm lingers. Knowledge is power, the more you know, the more powerful you become. Uang, harta, dan jabatan dapat hilang, namun melalui ilmu Allah, nalar, kasih, dan kepedulian akan remain sustainable...insya Allah...

Di dalam Bahasa Latinnya kurang-lebih adalah begini: " Tamdiu discendum est, quamdlu vivas"... 

Bismillahirrahmannirrahiiim...

Marissa Haque dari Dominika Dittwald: "We Learn Everything from Everybody"

Marissa Haque Duta Waqf Indonesia 2010

Marissa Haque Duta Waqf Indonesia 2010
Duta Waqf Indonesia, Marissa Haque

Sosialisasi Potensi Wakaf di Indonesia

Sosialisasi Potensi Wakaf di Indonesia
Marissa Haque sedang Menjelaskan Sejarah Pergerakan Ekonomi Islam di Indonesia