Waqf Fund Management di Jakarta

Waqf Fund Management di Jakarta
Marissa Grace Haque Fawzi, Duta Wakaf Indonesia 2010

Saling Mendukung Menjadi Sakinah Mawadah wa Rohmah

Saling Mendukung Menjadi Sakinah Mawadah wa Rohmah
Keluarga Syariah Ikang Fawzi & Marissa Haque

Rasulullah Muhammad SAW Tuntunan Hidup Keluarga Kami

Rasulullah Muhammad SAW Tuntunan Hidup Keluarga Kami
Kaligrafi Rasulullllah Muhammad SAW, dalam Marissa Haque Ikang Fawzi

Jumat, 23 Desember 2011

Syariah Islam, Solusi Krisis Ekonomi Global: dalam Marissa Haque Fawzi

Tribun Timur - Sabtu, 10 Desember 2011 19:42 WITA

Laporan: Bahrul Ulum, Direktur Makassarpreneur, Melaporkan dari Makassar

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2011/12/10/syariah-islam-solusi-krisis-ekonomi-global

TRIBUN-TIMUR.COM - Kemarahan terhadap Kapitalisme kini merebak dimana-mana. Kebencian massif  terhadap Kapitalisme global ini bermula dari aksi Occupy Wall Strett yang mengecam Kapitalisme sebagai ideologi kriminal yang rakus, menindas dan melakukan ketidakadilan sistematis. Menanggapi hal ini, ketua lajnah Maslahiyah HTI Sulsel, Ustd, Firman Menne mengatakan, apa yang terjadi saat ini berupa krisis ekonomi global yang dipimpin AS saat ini sesungguhnya adalah cacat bawaan dari sistem kapitalisme sendiri.

Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara seminar Outlook Ekonomi Islam 2012 yang dilaksanakan Makassarpreneur dan Alisa Khadijah ICMI di Ruang Pola kantor Gubernur Sulsel (10/11).

"Ideologi Kapitalisme yang akarnya adalah sekularisme telah menjadkan modal sebagai penguasa atau pemilik modal sebagai Tuhan, akibatnya segala cara ditempuh untuk memperoleh laba sebesar-besarnya," urai Firman Menne. Olehnya,  umat Islam sesungguhnya sudah memiliki pilihan pengganti sistem yang jelas, yakni syariah Islam yang bersumber dari Allah SWT yang secara historis dan faktual telah pernah berjaya, tandasnya.

Acara seminar yang dihadiri sekitar 300 orang peserta dan dibuka Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Drs. Yaksan Hamzah, MS menghadirkan pula narasumber ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulsel, Dr. Mukhlis Sufri, SE, M.Si, dosen FE Unhas, Dr. Hamid Habbe, SE,M.Si.

Dalam pemaparannya, Hamid Habbe mengupas tentang upaya menggerakkan sektor riil dalam perspektif syariah. "Ekonomi Islam bukanlah alternatif atau ekonomi marjinal, bukan pula perpaduan ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem ekonomi Islam adalah perwujudan dari aqidah Islam sebagai sebagai sistem hidup yang paripurna," ujarnya. 

Lebih jauh dikatakan, krisis keuangan global yang terjadi belakangan ini lebih disebabkan oleh warisan sistem perdagangan tanpa ada barang yang diperdagangkan atau spekulatif.  Financial market yang ribawi, mengandung gharar, maysir atau ketika uang dijadikan komoditi menjadi penyebab rusaknya perekonomian saat ini. Solusinya adalah memanfaatkan sistem ekonomi Islam sebagai penentu masa depan ekonomi dunia.

Senada dengan pembicara lainnya, Dr. Mukhlis Sufri menekankan pentingnya aspek edukasi ekonomi Islam dan peran semua pihak dalam mengimplementasikan ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, ekonomi Islam mengacu pada prinsip tauhid, manusia sebagai khalifatul fil ardh dan keseimbangan dengan nilai-nilai transendental.

Dosen PPS UMI ini optimis, di tahun 2012 ekonomi syariah akan makin meggeliat karena ekonomi Indonesia sebagian besarnya masih ditopang sektor riil. Olehnya, masih dominannya akad murabahah dalam produk perbankan syariah di Indonesia yang mencapai 70 persen sebaiknya diarahkan ke akad mudharabah dan musyarakah untuk lebih menggerakkan sektor riil. (*/tribun-timur.com)

Penulis : Citizen Reporter
Editor : Muh. Irham

MES Berharap ada Perwakilan Bank Syariah dalam OJK: Kontan News dalam Marissa Haque Fawzi

Sumber: http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/1323931886/85296/MES-berharap-ada-perwakilan-bank-syariah-dalam-OJK-

DEWAN KOMISIONER OJK

MES berharap ada perwakilan bank syariah dalam OJK
JAKARTA. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berharap ada perwakilan dari kalangan perbankan syariah yang duduk di dalam jajaran Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami berharap dari 7 orang anggota komisioner dari pihak independen itu ada dari unsur masyarakat yang paham bisnis syariah," ungkap Sekretaris Jenderal MES, Muhammad Syakir Sula, Kamis (15/12).

Ia mengingatkan, penerapan OJK hendaknya jangan sampai melupakan lini bisnis perbankan syariah yang berpotensi menjadi ikon perekonomian Indonesia. Keberadaan OJK juga harus bisa memfasilitasi perkembangan bisnis syariah ke depan.

"Perlu dirumuskan pola pengawasan dan pengembangan lembaga keuangan syariah sehingga dapat bergerak cepat," tukas Syakir.

Sebagaimana diketahui, OJK akan bertugas mengawasi seluruh lembaga keuangan. Mulai dari bank, asuransi, pasar modal, dan industri keuangan non-bank lainnya. Termasuk, lembaga keuangan syariah.

Alhamdulillah Ya Allah...Akhirnya: dalam Marissa Haque Fawzi

MWA UI Lega Kisruh UI Berakhir

Tribunnews.com - Jumat, 23 Desember 2011 12:45 WIB

MWA UI Lega Kisruh UI Berakhir
Tribunnews.com/Wahyu Aji
DAMAI - Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI Poernomo Prawiro (kiri) berjabat tangan dengan Rektor Universitas Indonesia, Gumilar Rusliwa Soemantri (kanan) disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh usai rapat usai rapat mediasi di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (22/12/2011) malam.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Poernomo Prawiro menilai ada perbedaan penafsiran atas PP nomor 66 tahun 2010 dan PP Nomor 152 tahun 2000. Atas perbedaan penafsiran tersebut, kisruh di Universitas Indonesia pun kian panas.
"Kami perlu klarifikasi karena selama ini hanya perbedaan penafsiran pada PP 66 dan 152, hingga akhirnya di media pemberitaan menjadi besar," ujar Poernomo Prawiro, Ketua MWA usai rapat mediasi yang digelar Mendikbud di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (22/12/2011) malam.
Poernomo juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, karena bersedia meluangkan waktunya untuk melakukan mediasi atas masalah internal UI, antara MWA dan Rektor.
"Kami juga merasa lega, karena sebelum akhir Desember 2011, kami sudah mampu menyelesaikan masalah kami, jadi tidak perlu diambil alih Kementerian," ucap Poernomo.

Penulis: Wahyu Aji  |  Editor: Ade Mayasanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

MES Ingin Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah : dalam Marissa Haque Fawzi

Ekonomi Islam
Penulis : Thalita Rahma
Jumat, 16 Desember 2011 04:40 WIB 
   

JAKARTA--MICOM: Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia dalam lima tahun kedepan.

Hal itu diutarakan Sekjen MES, Muhammad Syakir Sula, saat konferensi pers kepada media, di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Kamis (15/12).

"Diprediksikan 10 tahun kedepan Indonesia akan memimpin ekonomi islam. Saya rasa ini kelamaan."

"Oleh karena itu, kita akan melakukan akselerasi. Jadi bisa dipercepat menjadi lima tahun saja," lugas Syakir.

Ia melanjutkan, untuk menuju kesana di Musyawarah Nasional (MUNAS) MES kedua yang akan diadakan Sabtu 17 Desember nanti, MES akan membuat peta jalan (roadmap) ekonomi syariah Indonesia.

Syakir mengatakan, dalam membuat roadmap nanti ada tiga hal yang akan dijadikan dasar.

Pertama, membangun landasan ekonomi syariah. Kedua, memperkokoh ekonomi syariah. Dan ketiga, transformasi sistem ekonomi syariah. (*/OL-8)



















Muliaman Kembali Jabat Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah: dalam Marissa Haque Fawzi

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/12/18/20125648/Muliaman.Kembali.Jabat.Ketum.Masyarakat.Ekonomi.Syariah

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad, terpilih kembali menjadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2012-2015. Muliaman terpilih secara aklamasi oleh Tim Formatur dalam Musyawarah Nasional (Munas) MES ke-2 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (17/12/2011).

Keputusan penetapan jabatan tersebut dihasilkan melalui sidang Tim Formatur yang terdiri dari perwakilan Dewan Penasehat pengurus Pusat (KH. Mahmud Ali Zein), Dewan Pakar (Karnain Perwataatmaja), Pengurus Pusat MES (Muhammad Syakir Sula dan Prof. Dr. Veitshal Rifai), Pengurus Daerah (Hasan Wakarim dan Drs. M Nasir ilyas), Pengurus Wilayah (Chaironi Idris dan Nyata Nugraha) serta Pengurus Wilayah Khusus, yakni Luar Negeri, yang diwakili Syakir Mansyur dari MES Saudi Arabia.

Sidang ini berlangsung selama 30 menit. Dalam sambutannya, Muliaman mengungkapkan MES akan melanjutkan sosialisasi dan edukasi ekonomi syariah kepada masyarakat, khususnya di daerah-daerah. Karena itu, MES Pusat akan memperkuat peran MES Daerah untuk menyebarkan ekonomi syariah kepada masyarakat.

"Tak kenal maka tak sayang, kita akan terus melanjutkan sosialisasi dan edukasi ekonomi syariah," ungkap Muliaman.

Pada kesempatan tersebut, Muliaman pun diberikan amanat untuk menyusun kepengurusan MES dan unsur-unsurnya untuk periode 2012-2015. MES sendiri merupakan organisasi kemasyarakatan yang fokus dalam pengembangan ekonomi syariah. Organisasi ini beranggotakan para praktisi ekonomi syariah, akademisi, birokrasi, ulama, dan masyarakat yang berminat serta peduli terhadap perkembangan ekonomi syariah.

"Muliaman Kembali Jabat Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah: dalam Marissa Haque Fawzi"

Marissa Haque Duta Waqf Indonesia 2010

Marissa Haque Duta Waqf Indonesia 2010
Duta Waqf Indonesia, Marissa Haque

Sosialisasi Potensi Wakaf di Indonesia

Sosialisasi Potensi Wakaf di Indonesia
Marissa Haque sedang Menjelaskan Sejarah Pergerakan Ekonomi Islam di Indonesia